IBX592D1572C2D4F

Inilah 5 Pesaing Laundy Anda Yang Tak Terduga, Nomor 4 Dan 5 Bikin Nyesek!

Laundry Bisnis Indonesia – Bisnis laundry semakin menjamur baik di kota besar maupun di pelosok desa. Sudah tak terhitung jumlahnya. Ini ditandai dengan banyak gerai atau outlet laundry. Ada yang bangkrut, ada pula yang berhasil mengepakkan sayap bisnis kucek ini. Tak heran banyak yang mencoba peruntungan dari jasa bersihkan pakaian kotor ini. Tapi harap waspada, pesaing yang tak terduga yang siap menghantui bisnis Anda. Siapa sajakah?
Gambar Ilustrasi: Pesaing Laundry


Rupanya ada emas di balik baju kotor. Orang lain berlomba-lomba ikut meramaikan bisnis kucek-kucek ‘hota hai”. Ada orang lewat dan melihat laundry ramai, timbul niatan buka bisnis serupa. Soal bagaimana cara pengerjaanya bisa diintip-intip laundry sebelah. Peralatan pun mudah didapatkan. Bahkan banyak pedagang peralatan laundry yang menyuruh buka. Kalau bisa “pepetin” laundry pesaing. Wadaw!

Rupanya bukan saja orang lain yang siap-siap menjadi pesaing laundry Anda. Yang terbanyak justru dari orang terdekat yang tiba-tiba saja buka laundry dan kalau itu pula berdekatan dengan lokasi Anda. Awalnya mungkin malu-malu dan tidak berterus terang kalau sudah buka laundry. Pertama hanya buka jasa setrika saja tanpa pasang spanduk. Dan selanjutnya bisa ditebak, pesaing punya rencana besar menggeser usaha Anda. Hal ini nyata dialami sebuah laundry di Bekasi tepatnya di Bantargebang dengan nama Cinta Laundry di lingkungan perumahan Taman Rahayu.

Pesaing Laundry Awalnya Adalah Partner

Siapa nyana orang yang selama ini dipercaya malah berkhianat., membuka bisnis serupa dan malah merebut konsumen? Siapa sajakah mereka?

  1. Karyawan laundry. Biasanya banyak timbul pengusaha baru dari hasil didikan Anda. Dari yang tadinya tidak tahu apa-apa menjadi serba bisa. Setelah mereka resign, timbul pesaing laundry baru. Mereka adalah mantan karyawan yang sudah tahu seluk beluk laundry.
  2. Agen laundry/reseller. Agen adalah bawahan laundry Anda tapi bersifat independen. Tugasnya mengumpulkan pakaian kotor dan menyerahkannya ke pihak laundry. Biasanya pihak laundry yang menjemput pakaian kotor dan mengembalikannya kel;ak ketika bersih. Banyaknya pelanggan yang memakai jasanya memungkinkan mereka membuka jasa laundry dan pihak laundry pun gigit jari karena tidak memiliki data pelanggan.
  3. Saudara/teman dekat. Saudara atau teman dekat ketika berkunjung ke outlet Anda dan melihat perubahan bisnis Anda biasanya tertarik dan mulai merancang untuk membuka jasa laundry.
  4. Pelanggan laundry. Walau mungkin tidak umum, tapi dalam beberapa kasus, pelanggan mencoba peruntungan membuka jasa laundry setelah melihat-lihat dan mempelajari proses produksi dari laundry yang Anda kelola. Biasanya tipe pelanggan ini adalah “kepo”, banyak tanya dan ternyata ada maunya.
  5. Pemilik kios buka laundry. Suatu hal yang tak terduga adalah dari pemilik kios. Ketika masa perpanjang kios habis dan kita akan membayar kembali, pihak pemilik kios tidak mau dengan alasan mau dipakai sendiri dan akhirnya buka jasa laundry.
Selagi pakaian terbuat dari kain dan dipakai oleh orang, jasa laundry tentunya diperlukan. Apalagi pada masyarakat modern yang menghargai efisiensi waktu, laundry-lah menjadi solusi jitu untuk jasa cuci pakaian.

Tantangan banyak pesaing harus menjadi pemacu bagi kita untuk berinovasi dalam hal menggaet pelanggan. Berkembangnya teknologi digital mengubah cara dalam hal promosi laundry. Sudah saatnya laundry mengadopsi hal seperti ini yakni dengan cara pemasaran online. Sudahkah laundry Anda menerapkan hal ini?